Dalam sebuah operasi siber yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri, aparat berhasil mengungkap dan menangkap komplotan penipu online yang diduga kuat menjalankan modus penipuan dengan menjual bocoran pola permainan Mahjong Ways 2 melalui grup Telegram. Kasus ini menjadi perhatian publik karena memanfaatkan ketertarikan masyarakat terhadap permainan digital berbasis peluang, serta menyasar pengguna dengan janji-janji kemenangan besar yang ternyata hanya tipu daya belaka.
Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima sejumlah laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan setelah bergabung dengan grup Telegram tertentu. Grup-grup ini menjanjikan akses eksklusif terhadap pola kemenangan permainan slot Mahjong Ways 2, salah satu permainan populer yang banyak dimainkan di platform daring.
Setelah melakukan penyelidikan selama beberapa minggu, tim siber berhasil melacak lokasi salah satu administrator grup yang ternyata beroperasi dari sebuah rumah kos di wilayah Jakarta Timur. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan beberapa perangkat elektronik, termasuk ponsel, laptop, serta data transaksi digital yang menguatkan bukti penipuan.
Pelaku memanfaatkan popularitas permainan Mahjong Ways 2, sebuah game slot online bertema Mahjong yang dikembangkan oleh PG Soft. Permainan ini dikenal dengan fitur Wild Transformation, Free Spins, dan sistem pengganda kemenangan yang membuatnya menarik bagi pemain. Namun, karena permainan ini berbasis sistem RNG (Random Number Generator), tidak ada pola pasti yang bisa menjamin kemenangan.
Komplotan ini memanfaatkan ketidaktahuan pemain dan menawarkan bocoran pola gacor yang diklaim bisa meningkatkan peluang menang. Mereka mematok harga mulai dari Rp100.000 hingga jutaan rupiah untuk "akses premium", dengan iming-iming analisis data dan pola algoritma yang dikatakan didapat dari pihak dalam. Padahal, seluruh informasi tersebut sepenuhnya fiktif dan tidak berdasar.
Telegram dipilih sebagai platform utama karena kemampuannya membentuk grup besar dengan fitur privasi yang kuat. Komplotan ini membangun komunitas yang tampak aktif dengan testimoni palsu dari akun bot atau pengguna palsu. Strategi ini digunakan untuk menciptakan kesan bahwa banyak orang telah mendapatkan keuntungan nyata dari bocoran pola yang dijual.
Para korban umumnya diminta untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening yang telah disiapkan sebelum diberikan akses ke pola yang dijanjikan. Namun, setelah transaksi dilakukan, tidak sedikit korban yang akhirnya diblokir atau dikeluarkan dari grup tanpa penjelasan.
Bareskrim Polri menegaskan bahwa para pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang ITE dan tindak pidana penipuan. Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap janji-janji kemenangan instan dalam permainan daring, khususnya yang berbasis perjudian.
Meskipun permainan seperti Mahjong Ways 2 tersedia secara legal di beberapa negara, di Indonesia praktik perjudian daring—termasuk permainan slot—merupakan aktivitas ilegal. Polisi juga tengah menelusuri aliran dana serta kemungkinan adanya jaringan internasional yang terlibat dalam skema serupa.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa permainan slot seperti Mahjong Ways 2 tidak dapat dimanipulasi atau ditebak polanya. Sistem permainan berbasis RNG memastikan hasilnya acak dan tidak bisa diprediksi, bahkan oleh pengembang sekalipun. Oleh karena itu, setiap tawaran yang mengklaim dapat memberikan "pola gacor" atau "bocoran algoritma" patut dicurigai sebagai bentuk penipuan.
Pihak kepolisian bekerja sama dengan Kominfo dan penyedia platform digital untuk memblokir grup dan akun-akun yang terlibat. Masyarakat juga didorong untuk melaporkan aktivitas mencurigakan serupa agar tidak semakin banyak korban yang terjerumus.